Thursday, 5 February 2015

Bersabarlah Menanti Cinta!



Assalamualaikum wahai sahabatku yang dirindui!! Aiwah! rindu merindu plak daaa…...hurm itulah dinamakan sebagai mahabbah kan??hehe.. nak tahu tak, masa ana balik cuti tempoh hari,ramai jea sahabat2 ana kawen awal…bila meliht kawan smua pakat kawen awal trase sedikit cmburu..nak jugak! nak jugak! hehe tapi pada msa yang sama teringt  1 kisah pernah seorang maulana bercerita tentang menanti cinta.Sebagaimana Fitman Allah sawt dalm Surah al Nahl ayat 92 yang bermaksud

   dan janganlah kamu menjadi seperti perempuan Yang telah merombak satu persatu benda Yang dipintalnya, sesudah ia selesai memintalnya kuat teguh; Dengan kamu menjadikan sumpah kamu sebagai tipu daya (untuk mencabuli perjanjian Yang telah dimeteraikan) sesama kamu, disebabkan adanya satu golongan Yang lebih ramai dari golongan lain. Sesungguhnya Allah hanya mahu menguji kamu Dengan Yang demikian itu; dan ia sudah tentu akan menerangkan kepada kamu, pada hari kiamat, apa Yang kamu berselisihan padanya.

 


Di antara rumah-rumah penduduk Makkah, terdapat sebuah rumah di kawasan Bani Makhzum. Salah seorang penghuninya adalah seorang gadis. Ia dilahirkan dan dibesarkan di Makkah. Gadis itu bernama Rithah Al-Hamqa.
Setelah usianya menginjak remaja, hatinya mulai terbuka untuk menjalani kehidupan seperti lazimnya para wanita, yaitu mempunyai suami dan anak-anak. Dia sering melamun dan menghayalkan siapa pendamping hidupnya. Hari demi hari tak ada satu pun laki-laki yang datang untuk menjadi calon suaminya. Rithah pun mulai khawatir, usianya kini sudah tua namun belum juga memiliki pasangan. Setiap hari ia termenung dan murung. Melihat Rithah seperti itu, ibunya pun pontang-panting mencarikannya laki-laki yang mau menjadi suami Rithah. Ayahnya, Umar pun sampai pergi ke dukun-dukun dan menghabiskan banyak hartanya hanya agar Rithah bertemu dengan jodohnya.
Namun ternyata usaha mereka gagal. Dukun-dukun yang memberikan janji ternyata hanya bohong belaka. Rithah pun yang melihat usaha orangtuanya gagal menjadi murung dan putus asa. Ia begitu khawatir, jodohnya belum juga datang, sementara umurnya sudah semakin tua.
Hingga suatu saat ibunya membawa pemuda tampan yang bersedia menjadi suami Rithah. Namun ayah Rithah meninggal terlebih dahulu sebelum Rithah menikah. Ayahnya mewariskan harta yang berlimpah ruah pada Rithah. Rithah yang sudah sangat ingin menikah pun menyetujui pemuda itu menjadi suaminya. Akhirnya hari yang dinanti-nantikan Rithah pun datang. Ia menikah dengan pemuda tampan yang ia yakini dia-lah jodoh yang selama ini dinanti-nantikannya.
Selang beberapa bulan kemudian, muncul keanehan dalam diri suami Rithah. Ternyata suami Rithah hanya menginginkan harta yang melimpah dari Rithah. Setelah suami Rithah mengeruk harta Rithah, ia pun pergi meninggalkan Rithah. Rithah yang pernikahannya baru seumur jagung, kini harus menghadapi kenyataan yang pahit. Pemuda yang dulu ia percaya sebagai pendamping hidupnya ternyata menjadi pengkhianat dalam kehidupannya, meninggalkan luka dan kepedihan bagi Rithah.
Setiap hari, Rithah selalu murung tanpa semangat. Gairah hidupnya sudah redup. Lama kelamaan pikirannya pun terganggu. Ia mengambil gulungan benang yang kusut, lalu dipintal. Setelah ia selesai memintalnya, ia kusutkan kembali lalu memintalnya kembali. Hal itu ia lakukan setiap hari hingga akhir hayatnya..

Sahabat, kisah diatas direkam oleh Allah melalui al-Qur'an. Kisah di atas memberikan pesan pada kita semua tentang makna bersabar. Jodoh, rezeki, dan kematian kita adalah rahasia Allah. Yang perlu kita lakukan adalah bersabar menunggu dan berikhtiar untuk mendapatkannya. Seperti halnya jodoh, setiap orang memiliki waktunya sendiri untuk mendapatkan jodohnya masing-masing. Kita banyak melihat fenomena seperti kisah di atas, ketidaksabaran, terlalu buru-buru mengambil keputusan, terlalu cepat melakukan sesuatu.
Sahabat, tidak selamanya lebih cepat lebih baik. Adakalanya kita harus melakukan sesuatu dengan seimbang dan tepat pada waktunya. Karena tidak mungkin kita mengambil buah yang masih mentah dari pohonnya. Masalah waktu dan dengan siapa, itu diatur semuanya oleh Allah. Tugas kita hanyalah berikhtiar dan bersabar. Jadi, kita renungkan kembali diri kita, jangan sampai diri kita selalu tegesa-gesa dengan ketentuan Allah, sebagaimana Rasulullah bersabda, "Tergesa-gesa adalah termasuk perbuatan syaitan." (HR. Tirmidzi). Jangan sampai diri kita dikuasai oleh nafsu dan keinginan. Pasrahkan semua perkara pada Allah dan jadikanlah sabar sebagai penolong kita. Yakinlah bahwa segala sesuatu akan indah pada waktunya.
Wallahu a'lam

Sunday, 31 August 2014

Sakit Buat Pendosa

Dalam mengharungi kehidupan yang serba mencabar dengan seribu satu dugaan, tidak pernah melepaskan seseorang muslim daripada tertimpa bala bencana. Maklumlah kita makhluk pendosa; tidak terlepas dari kelalaian. Kesakitan adalah salah satu dari dugaan hidup. Bezanya hanyalah sama ada kecil atau besar.

Ada orang ditimpa ujian kehancuran terhadap hartanya. Namun, tidak sedikit pula bagi seseorang yang diuji dengan kesakitan terhadap dirinya sendiri. Ada yang terlantar bertahun-tahun kerana mengalami penyakit yang ganjil. Begitu pula ada yang terpisah dengan anak atau ahli keluarga begitu lama. Semuanya mendera jiwa. Sakit.
Namun, apakah kesakitan baik yang menimpa anggota tubuh badan, harta atau jiwa itu tanda Allah murka kepadanya? Atau mungkinkah ia tanda Allah sedang menghapus dosanya? Barangkali ia merupakan jalan untuk sampai kepada maqam tertinggi di sisi Allah?
Sedangkan, Allah berfirman di dalam surah At-Tagaabun, ayat 11 yang bermaksud:
“Tidak ada kesusahan (atau bala bencana) yang menimpa (seseorang) melainkan dengan izin Allah; dan sesiapa yang beriman kepada Allah, Allah akan memimpin hatinya (untuk menerima apa yang telah berlaku itu dengan tenang dan sabar); dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu”.
Penceramah bebas, Ustaz Zaharuddin Abdul Rahman, berkata sakit atau musibah yang terkena kepada seseorang adalah datangnya daripada Allah SWT. Tujuannya pelbagai dan mempunyai banyak hikmah untuk direnungi.
Menghapus dosa
Menurutnya, bagi seorang yang pendosa, musibah atau sakit yang ditanggungnya merupakan salah satu jalan untuk Allah menghapuskan setiap dosa hamba-Nya. Bahkan ia seharusnya dilihat sebagai satu terapi untuk menggugurkan kesalahan dan noda pada diri anak Adam.
“Sebagai manusia biasa, sudah tentu kita tiada terlepas daripada melakukan kesalahan sama ada secara sengaja atau tidak. Sedangkan dosa itu sebenarnya menjauhkan diri kita dengan Allah. Jadi hikmah diturunkan kesakitan atau bala bencana itu adalah sebagai cara untuk Allah menghapuskan dosa kita berkenaan,” katanya.
Katanya, ia bersesuaian dengan hadis Rasulullah SAW yang bermaksud:
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

“Bahkan di dalam satu lagi riwayat, Rasulullah bersabda bahawa dengan hanya tertusuk duri sekalipun, Allah bersedia untuk meninggikan darjat seseorang itu dan menghapuskan satu kesalahan dirinya.
“Jadi, jangan pandang sakit itu sebagai penderaan dan jangan pula mudah berburuk sangka kepada Allah. Bahkan sebaiknya kesakitan atau musibah itu dipandang sebagai nikmat untuk Allah membersihkan diri kita daripada segala dosa dan noda,” ujarnya.
Sakit yang meninggikan darjat
Zaharuddin berkata, selain untuk menghapuskan dosa, kesakitan atau bala bencana yang menimpa seseorang juga merupakan jalan untuk Allah meninggikan darjat seorang hamba-Nya. Walaupun ia mungkin dilihat sebagai teruk di mata manusia, namun hikmahnya hanya Allah yang mengetahui.
Menurutnya, kisah Nabi Ayub ketika bersabar menerima ujian kesakitan terhadap dirinya merupakan contoh yang baik. Betapa Nabi Ayub mempunyai kedudukan mulia di sisi Allah, namun masih mampu berbaik sangka kepada Rabb.
“Sudahlah dirinya ditimpa penyakit, anak-anak dan isteri juga menjauhinya. Namun Nabi Ayub tetap bersabar menerimanya sehinggalah Allah mengembalikan semula kesihatan kepadanya dan ditinggikan pula darjat di sisi-Nya.
“Jadi, sakit itu dan kesabaran Nabi Ayub dalam melalui ujian Allah berkenaan punya hikmah yang besar. Bukankah semua itu datangnya daripada Allah dan kepada Allah jua harus dikembalikan semuanya?” ujarnya.
Sakit rohani punca kejahatan
Seorang manusia apabila mengalami sakit fizikal, pasti akan bertemu dengan doktor untuk mendapatkan rawatan. Bahkan jika lebih parah, doktor pakar akan menjadi tempat rujukan. Selepas itu barulah rawatan dan ubat diberikan bagi menyembuhkan sakit berkenaan.
Bagaimana pula dengan sakit batin? Kesakitan yang tidak dapat dilihat pada luaran. Namun ia bagaikan membarah di dalam dada. Ternyata bukan kecil sakitnya itu. Bahkan mampu merosakkan seluruh anggota badan yang lain.
Zaharuddin ketika mengulas mengenainya berkata, penyakit batin seperti dendam, menipu, bongkak serta pelbagai lagi adalah berpunca daripada hati yang sakit. Bahkan ada yang sampai ke peringkat hatinya terlalu kotor sehingga menggelapkan ruang di dalamnya.
“Ia adalah penyakit rohani. Berpunca daripada dosa yang terlalu banyak sehingga menggelapkan hatinya untuk melakukan kebaikan. Hatinya mudah melakukan kejahatan. Kemudian mendorong anggota badan melaksanakan agenda jahatnya itu. Begitu juga dengan makanan yang diambil dan dimasukkan ke dalam perut sehingga membentuk daging. Ada orang yang mengambil makanan daripada sumber yang haram. Ia sekaligus menggelapkan hati.
“Bahkan ada orang yang tidak tahu bahawa dirinya berdosa. Membiarkan seluruh anggota badan melakukan maksiat sehingga hati sudah tidak mampu melihat cahaya Islam yang sebenar,” ujarnya.
Taubat menyucikan dosa dan noda
Menurut Zaharuddin, taubat nasuha dan penyelesalan terhadap dosa-dosa yang dilakukan selama ini dapat menyelamatkan rohani seseorang daripada terus mengalami kesakitan yang parah.
Katanya, Allah sentiasa membuka ruang kepada hamba-hamba-Nya yang berlumpur dosa serta noda untuk kembali membersihkan diri mereka dengan cara bertaubat. Ujarnya, ini sesuai dengan sabda Rasulullah yang bermaksud:
“Setiap anak Adam itu berdosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang memohon taubat kepada Tuhannya” (Hadis riwayat At-Tarmizi).

Sunday, 17 August 2014

Kesusahan Itu Hadiah

Assalamualaikum


Hidup kalau tiada cabaran dan pengalaman memang rugi sesangat. Sebab hanya dengan cabaran dan mengalaminya sendiri barulah kita dapat merasa, memahami, dan menjiwai hati kita sendiri dan juga orang lain. Jika kehidupan kita sekarang selalu senang, sentiasa rasa bahagia dan sentiasa dibantu sepatutnya kita berasa resah. Takut bila tsunami melanda tanpa memberi amaran, kita terumbang-ambing tanpa daya.

Akan tetapi ada yang tidak pernah menyedari bahawa setiap dugaan yang menimpa sebenarnya untuk membuka minda dan hati kita dengan lebih luas. Mereka berasa tidak puas hati dan merungut serta menyesali sesuatu yang sudah berlalu. Malah mereka memberontak dan menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi. Mereka tetap ingin menang dan memiliki apa yang tidak ditakdirkan untuknya tanpa mengetahui bahawa sesuatu yang disukainya itu sebenarnya amat merbahaya untuknya akan datang.

Jika dulu kita dilahirkan dalam kehidupan yang susah dan tidak bahagia seperti orang lain, kita sepatutnya berbangga kerana kita dapat mengharunginya. Ketika orang lain bergembira kita hanya mampu melihat, ketika orang lain berbahagia kita hanya mampu tersenyum hambar. Saat itu diri dan hati kita telah menjadi kebal malah lebih kuat untuk mengubah kehidupan.

Andai suatu hari dugaan melanda lagi, kita tidak mudah dihanyutkan arus malah hati yang cekal sudah siap sedia menahannya. Bibir hanya tersenyum hambar dengan hati yang tenang tanpa secubit rasa tertekan. Hal-hal kecil dalam kehidupan bagaikan semut api merah, sekali pijak sudah mati. Orang lain yang sentiasa senang bagaimana pula? Mereka tidak akan dapat membuat penyelesaian sendiri tanpa bantuan orang lain. Mereka lemah tidak bermaya sehinggalah setiap dugaan yang menimpa bertimpa-timpa itu mematangkan dirinya.

Beruntunglah jika dari awal kita hidup menderita, mungkin suatu hari dengan kesungguhan dan pertolongan dari Allah kita akhirnya dapat merasa apa itu kesenangan dan kebahagiaan. Sentiasalah bersangka baik, berdoa, dan berusaha menggapai impian.


Thanks 4 reading my entry!

Saturday, 2 August 2014

Khas Buat Sahabat-sahabatku

Amat sukar dicari apa itu sahabat
Inikan pula sahabat sejati
Tetapi sepanjang perjalanan kehidupan ini
Aku mula mengerti siapa sahabat
Sahabat yang sentiasa membimbing aku ke jalanNya
Aku gembira, rasa hiba tiada dirasa
Jika ada sahabat bersamaku
Sejak dulu dibangku sekolah lagi
Aku bersama-sama kalian
menuntut ilmu tiada penghabisan
Disitu aku mengenali yang mana kawan dan yang mana lawan
Bukan aku memilih tapi aku cuba melakar corak kehidupan
agar aku dapat menjaga akhlak serta disiplin diri tatkala jauh dimata ibu dan ayah
Dan aku yakin kerna sahabat yang baik dapat membimbing aku ke jalan Ilahi
Dan kian dewasanya aku
Aku bertemu dengan lebih ramai Sahabat
Hidupku penuh warna
Bagai pelangi yang cantik coraknya
Menghiasi awan biru kehidupanku
Aku hargai setiap mereka yang hadir mewarnai dan menghiasi keindahanku
Terima kasih kepada mereka semua kerena tidak jemu bersamaku
Dari dulu, kini dan hingga keakhirnya
Moga kita sentiasa bersama hanya keranaNya
Disini sahabatku semuaya yang kukenali
walau dimanapun kita kenali
Kalian sentiasa bertahta disanubariku
Aku memohon kemaafan atas segala salah silapku sepanjang perkenalan kita
Aku tahu banyak salahku dan banyak jua kesalahanku selaku
sahabat dan temanmu, maafkan diri yang tidak pernah sempurna ini.
Aku kian merindui sahabat yang jauh dariku
Teringat kenangan bersama yang telah kita coretkan
Yang kininya hanya bisa dikenang
Aku harap kalian juga masih terkenang masa lalu kita bersama
suka dan duka, yang tidak mungkin pernah padam dari ingatan
Biar ia bersemi untuk selamanya sahabatku.

Di hari lebaran yang  menjelma
Ku harap kalian akan berbahagia bersama keluarga, sanak saudara tercinta


Aku dikejauhan ini sentiasa mendoakan
kehidupan kita mendapat rahmat dan keberkatanNya
Semoga akan masih ada Ramadhan buat kita
Yang merupakan madrasah tarbiyah kita
Semoga kita semua istiqamah dengan amalan-amalan yang telah terlatih dalam madrasah ini
dan semoga sinaran kehidupan kita lebih terpancar untuk hari-hari yang menjelma

Selamat Hari Raya 'Eidul Fitri, Mohon Maaf Zahir & Batin.

تقبل الله منا ومنكم

Pesan Ulama'; Semoga keriangan kita pada hari ini adalah kerana ALLAH, bukan kerana makhluk.

Kullu 'am wa antum bikhair.



Tulus Ikhlas Daripada Ahmad Fahmi Azalee sekeluarga
Untuk sesiapa yang pernah mengenali diri ini
Terima Kasih atas kesudian menjadi sebahagian daripada kehidupanku
yang telah berada dihatiku sejak sekian lama
Moga persahabatan kita berkekalan hingga ke hujung nyawa. 

Thursday, 17 July 2014

Ujian Ini Sememangnya Indah

Setiap manusia yang Allah cipta sentiasa akan diberi musibah, ujian atau masalah hidup didunia yang sementara ini. Tipu jika seseorang itu berkata yang dia tidak pernah ditimpa musibah.
Setiap orang ada masalahnya tersendiri, Allah uji dengan berbagai-bagai ujian tetapi sebabnya adalah sama.
Ujian
Ujian
Allah menguji seseorang itu kerana Allah SWT mempunyai rahsianya tersendiri, sama ada Allah hendak tambah iman kita atau hendak uji sejauh mana keimanan kita.
Dan kerana sesuatu ujian itulah yang membuka mata hati kita, yang mendidik kita supaya jangan mudah putus asa dalam kehidupan yang bagaikan bahtera dilautan yang penuh dengan onak duri, ujian juga dapat mematangkan kita.
Kadang-kadang kita tertanya-tanya, mempersoalkan kepada Allah SWT kenapa kita diberi ujian yang berat sebegitu sekali?
Sehingga kita terlupa pada siapa yang perlu kita mengadu segala masalah kita, pada siapa kita harus minta kembali kekuatan kita.

Ujian

Astagfirullah, lemahnya dan rendahnya iman kita. Tidak redha dalam menghadapi ujian yang Allah beri terhadap kita.
Jika kita anggap diri kita ditimpa musibah yang besar kita hendaklah ingat bukan kita sahaja yang mengalaminya, mungkin ada sahabat-sahabat kita atau saudara seakidah kita yang lain menghadapi musibah yang sama bahkan lebih teruk atau lebih besar dari kita.
Bukankah Allah telah berkata dengan jelas di dalam Al-Quran yang Allah tidak akan sekali-kali menguji hambaNya diluar kemampuan hambaNya.
Allah tahu kita kuat dalam menghadapi ujianNya jadi Allah berikan ujian itu ke atas diri kita.
Di sini kita dapat lihat betapa sayang dan kasihnya Allah kepada kita sebagai hambaNya.
Allah menguji seseorang bukan kerana Allah benci kepada kita tetapi percayalah yang Allah sangat kasih kepada kita.
Cuma kita sebagai hambaNya tidak pernah hendak bersabar dalam menghadapi ujianNya.
Pasti Allah telah aturkan yang terbaik buat kita kerana setiap yang berlaku ada hikmahnya.
Alihkan pandangan mata ke arah LAUT, airnya cantik membiru dan penuh dengan ketenangan. Tetapi hanya Allah sahaja yang mengetahui rahsia di dalamnya. Begitu juga dengan kehidupan manusia, riang dan ketawa tetapi hanya Allah yang mengetahui rahsia kehidupan.
Jika rasa kecewa, alihkan pandangan ke arah SUNGAI, airnya tetap mengalir biarpun berjuta batu yang menghalangnya. Dan jika rasa sedih, alihkan pandangan ke arah LANGIT, sedarlah dan sentiasa ingatlah bahawa Allah sentiasa bersamamu.
Jadi seharusnya apa yang perlu kita lakukan?
berdoalah kepada Allah, Allah lah tempat kembali segala masalah yang sering membelenggu diri kita. Jangan malu untuk merayu-rayu, meminta-minta, memohon-mohon kepada Allah swt.
Selalu diingatkan yang Allah tidak pernah jemu mendengar rintihan hambaNya, Allah itu Maha Mendengar.
Dekatkanlah diri kita dengan pencipta kita yang menguasai seluruh alam, yang memegang hati-hati kita.
Disamping berdoa perlulah kita berusaha menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Mungkin ada yang rasa diri mereka tidak kuat hendak hadapinya tetapi cubalah bangun!
Usah tewas dengan hasutan syaitan, cari kembali kekuatan kita kerana kekuatan itu ada dalam diri kita masing-masing.
Yakin dengan diri, kuatkan azam dan cita-cita.
Usah tonjolkan kelemahan kita pada syaitan kerana syaitan tidak pernah berhenti menghasut agar kita lemah-selemahnya.
Kita perlu tahu selepas ujian itu selesai, satu lagi ujian akan datang, maka bersedialah dalam menghadapi ujian yang seterusnya.
Untung bagi mereka yang selalu diberi ujian tanda Allah swt sayang padanya.
Semoga kita sentiasa menjadi hambaNya yang sentiasa redha atas ujian dan ketentuan Allah swt. Apa yang ditetapkan untuk kita itulah yang terbaik!

Monday, 5 May 2014

Kisah Seorang Perempuan Dengan Terung


Di Damsyiq (Dimascus) terdapat sebuah masjid besar yang diberi nama Masjid at-Taubah. Ia merupakan sebuah masjid yang diberkati, indah dan mendamaikan. 

Di atas tapak masjid itu asalnya sebuah gedung tempat berlaku segala macam maksiat. Pada kurun ke 7 Hijriah, seorang raja yang memerintah ketika itu membeli gedung tersebut, meruntuhkan dan membina di atas tapaknya sebuah masjid.
Lebih kurang 70 tahun lalu, di masjid itu terdapat seorang syaikh atau mahaguru yang alim mendidik umat Islam di kampong itu. Namanya Syaikh Saleem as-Suyuti. Dia sangat dihurmati oleh penduduk setempat. Mereka menjadikannya tempat rujukan dalam semua urusan sama ada urusan dunia atau akhirat.

Di masjid itu juga terdapat seorang murid yang sangat miskin tetapi terkenal dengan kemuliaan akhlak dan budi pekerti yang luhur. Dia tinggal di sebuah bilik yang terdapat di dalam masjid.

Suatu ketika, dia diserang kelaparan yang tidak mampu ditahan kerana sudah dua hari tidak menjamah makanan dan tidak ada wang langsung untuk membeli makanan. Masuk hari ke tiga, dia rasa seolah-olah dia akan mati kebuluran. Lalu dia berfikir apa yang patut dilakukan.

Pada pendapatnya, keadaannya telah sampai ke tahap darurat yang mengharuskannya makan bangkai atau mencuri sekadar yang diperlukan. Maka dia memilih untuk mencuri.

Masjid itu terletak di sebuah kampong di mana kedudukan rumahnya rapat-rapat dan bumbungnya bersambung antara satu sama lain. Seseorang boleh berjalan meniti dari bumbung ke bumbung bermula dari awal kampong hingga ke hujungnya.

Si miskin tadi memanjat bumbung masjid dan meniti bumbung-bumbung rumah untuk mencari makanan. Apabila dia terpandang wanita di dalam rumah, dia akan segera menjaga mata dan menjauhkan diri dari rumah itu. Akhirnya dia ternampak sebuah rumah yang kosong dan terhidu bau makanan yang menyelerakan.

Perasaan lapar yang menguasai dirinya menjadikan bau makanan itu bagaikan magnet yang menarik-nariknya dengan kuat agar mengambilnya. Lalu dia melompat dari bumbung memasuki rumah tersebut. Dia terus ke dapur dan membuka periuk.

Didapati di dalam periuk itu beberapa biji terung yang telah dimasak, lalu dia mengambil sebiji. Kerana kelaparan yang teramat sangat, dia tidak menghiraukan kepanasan terung yang baru dimasak, lantas terus menggigitnya. Ketika hampir-hampir menelan terung itu tiba-tiba akalnya yang dipenuhi ilmu agama yang dituntutnya selama ini di masjid menyergahnya!

Hatinya berbisik: Aku berlindung dengan Allah! Aku seorang penuntut yang tinggal di dalam masjid, kemudian aku menceroboh masuk ke dalam rumah orang dan mencuri makanan yang ada di dalamnya?

Dia rasa terlalu besar dosa yang telah dilakukan. Dia amat menyesal dan beristighfar. Terung yang telah digigit itu dikembalikan di tempatnya. Dia segera keluar dari rumah itu dan terus kembali ke masjid. Ketika itu Syaikh sedang mengajar, lalu dia duduk di dalam halaqah bersama murid-murid lain. Namun kelaparan yang mencengkam dirinya menjadikan dia tidak dapat memberi tumpuan pada pengajaran Syaikh dan tidak faham apa yang didengarnya.

Setelah sesi pengajian tamat, semua murid-murid beredar dari halaqah. Tiba-tiba muncul seorang wanita dalam keadaan berselubung menutup seluruh tubuh seperti kelaziman wanita-wanita di kampong itu. Wanita itu berkata sesuatu kepada Syaikh, tetapi murid itu tidak mendengar apa yang dikatakannya.

Syaikh memandang sekeliling. Dia tidak Nampak ada orang lain di dalam masjid selain murid yang miskin itu.

Syaikh memamnggilnya dan bertanya, adakah kamu telah berkahwin? Dia menjawab, tidak!

Syaikh bertanya, adakah kamu ingin berkahwin? Dia diam.

Syaikh bertanya sekali lagi, adakah kamu ingin berkahwin?

Dia menjawab dengan jujur bahawa dia tidak mempunyai wang untuk membeli sesuap makanan untuk dirinya, maka untuk apa dia hendak berkahwin?

Syaikh berkata kepadanya bahawa wanita ini kematian suami. Dia orang asing di sini. Dia juga telah tidak ada sesiapa lagi di dunia ini kecuali seorang bapa saudara yang telah tua dan miskin yang tinggal bersama dengannya. Syaikh menunjukkan ke arah seorang lelaki tua yang duduk di sebuah sudut halaqah. Syaikh berkata lagi bahawa wanita ini telah mewarisi rumah dan harta peninggalan suaminya.

Dia mahu berkahwin mengikut sunnah Allah dan Rasul supaya dia tidak bersendiriann kerana dibimbangi akan menjadi tumpuan orang-orang jahat serta pergaulan yang haram. Jadi, adakah kamu mahu menikahinya?

Murid itu terus menjawab, ya!

Syaikh berpaling ke arah wanita itu dan bertanya, mahukah kamu menerimanya?

Wanita itu menjawab, ya!

Maka Syaikh memanggil bapa saudaranya dan dua orang saksi. Syaikh menikahkan mereka berdua dan membayar maskahwin bagi pihak muridnya.

Setelah selesai aqad, Syaikh berkata kepada muridnya, pimpinlah tangannya. Wanita itu memegang tangan suaminya dan membawanya pulang ke rumah. Setelah memasuki rumah, dia membuka kelubung yang menutupi mukanya, barulah murid itu dapat melihat wajah isterinya yang muda dan jelita.

Dia juga amat terkejut kerana rumah itu adalah rumah yang dia masuki sebentar tadi dan telah mencuri makanan daripada dapurnya.Isteri bertanya kepada suaminya, adakah kamu telah makan?

Dia menjawab, ya!

Dia membuka periuk dan melihat terung yang telah digigit. Dia berkata dengan hairan, siapa yang masuk ke dalam rumah dan menggigit terung?

Murid itupun menangis sambil menceritakan apa yang telah berlaku.

Isterinya berkata, inilah hasil amanah. Kamu menjauhkan diri dari terung yang haram, maka Allah berikan kamu rumah serta tuannya sekali dengan halal.

Diceritakan oleh Syaikh Ali at-Tantawi di dalam Muzakkiratnya dan dia berkata bahawa kisah ini benar-benar berlaku dan beliau kenal semua individu yang terlibat di dalam kisah tersebut.

Pengajarannya: Tinggalkan Yang Haram Allah s.w.t bagi Yang Halal!

Teguh Berdiri

Manisnya kejayaan
apabila jalan-jalan yang terpaksa kita tempuh ke arahnya
adalah berliku dan penuh duri.

Yang senang itu
indahnya sementara
tapi yang sukar untuk diraih...
indah dan manisnya menggetar jiwa
apabila kejayaan itu
telah menyentuh hidup kita
dengan amat payah dan sukar
sekali...

Harta akan bertambah,
.. mungkin berkurang
jasad akan hancur...
tapi kenangan tetap hidup selamanya
selagi kita mampu mengingati.

Bila tiba masanya
setiap yang kita dampingi dan sayangi
tidak lagi mampu kita sentuh dengan pandangan mata..
saat itu hanya kenangan yang akan menyedarkan kita tentang sebuah kewujudan.

Hari-hari yang berlalu tetap ada sebagai memori
hari-hari mendatang tetap akan kita lalui
masa.. tetap berjalan pada jalannya
dan kita.. antara hari dan masa itu..
perlu bijak mengatur langkah
agar tidak hilang dalam kalut diri.

Berpadalah dalam memberikan kasih
juga beringatlah dalam menyemai sayang
agar bila kecewa berada antara keduanya..
diri masih punya cinta...

Tuesday, 15 April 2014

Bersabarlah Wahai Hati

Bersabarlah wahai hati...Bukankah indahnya pelangi itu, baru kita rasakan setelah turunnya hujan??



Tidak ada keberanian yang sempurna tanpa kesabaran. Sebab kesabaran adalah nafas yang menentukan lama atau tidakan sesebuah keberanian bertahan dalam diri seseorang itu. Jika ada di antara kamu dua puluh orang penyabar, nescaya mereka akan mengalahkan dua ratus orang. Dan jika ada di antara kamu seratus orang (penyabar), nescaya mereka akan mengalahkan seribu orang kafir.” (QS. 8: 65).


Ada banyak orang berani yang tidak mengakhiri hidup sebagai seorang yang pemberani. Kerana mereka gagal menahan beban yang mendatang. Kesabaran adalah daya tahan psikologi yang menentukan sejauh apa kita mampu membawa beban, dan sekuat apa kita mampu survive dalam menghadapi tekanan hidup. Mereka yang memiliki sifat ini pastilah berbakat menjadi pemimpin besar. “Dan Kami jadikan di antara mereka sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka bersabar dan mereka selalu yakin dengan ayat-ayat Kami.” (QS. 32 : 24).

Tetapi kesabaran itu pahit. Semua kita tahu begitulah rasanya kesabaran itu. Dan begitulah suatu masa Rasulullah saw mengatakan kepada seorang wanita yang sedang menangisi kematian anaknya: “Sesungguhnya kesabaran itu hanya pada ujian pertama.” (Bukhari dan Muslim).

Jadi, yang pahit dari kesabaran itu hanya permulaannya. Kesabaran pada ujian pertama menciptakan kekebalan pada ujian selanjutnya. “Mereka memanahku bertubi-tubi, sampai-sampai panah itu hanya menembus panah,” kata penyair Arab terhebat sepanjang sejarah, Al-Mutanabbi.

Mereka yang memiliki naluri keberanian, harus mengambil saham terbesar dari kesabaran. Mereka harus sabar dalam segala hal: dalam ketaatan, meninggalkan maksiat atau menghadapi cubaan. Dan dengan kesabaran tertinggi, sehingga akhirnya kesabaran itu sendiri yang gagal mengejar kesabarannya,” kata Ibnul Qayyim.
 Allah tak pernah janjikan langit selalu biru, jalan hidup tanpa batu, matahari tanpa hujan, kebahagiaan tanpa kesedihan, sukses tanpa perjuangan. Tapi Allah janjikan kemudahan bersama kesulitan, rahmat dalam ujian, ganjaran buat kesabaran, keteguhan dalam perjuangan.. Bukankah indahnya pelangi itu, baru kita rasakan setelah turunnya hujan?

Tuesday, 11 February 2014

Aku Ingin Berubah Menjadi Lebih Baik tapi Bagaimana?

Assalamualaikum! Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk menghirup udara segar, bersyukurlah :)

Jadi, hari ini iMAN ingin berkongsi beberapa tips buat sahabat-sahabat semua tips. Tips bagi setiap individu yang bergelar manusia. Manusia datangnya dari perkataan nasia yang bermakna lupa. Bila lupa kita sama-sama ingatkan~ Sebelum itu, mungkin post kali ini panjang tapi kami mengharapkan kalian semua setia ke hujungnya. Ada input insyaALLAH!

LET'S START!

TIPS BERUBAH MENJADI LEBIH BAIK :)

1) Hati mau kuat bro, azam mahu sentiasa semangat!

Bila sebut dan tekad nak berhijrah hati mesti mau semangat. macamana tuh? harus sedar diri betul2 nak berhijrah.tanam di hati. ''aku terus dengan cara lama aku rugi, sampai bila nak macamni?'' Segala amal bermula dari niat. segala niat bermula dari hati. kalo dari hati tak kuat, niat sekadar hangat2 tahi ayam, rasanya tempoh penghijrahan tu mungkin sekadar main celup2 jari dekat air bertakung. Kenapa..? Hijrah kerana Allah, KERANA ALLAH hati pasti automatik jadi kuat. kenapa..? hati kita Dia yang cipta kan? :) Allah suka hati-hati yang kembali kepadaNya.


2)Doa senjata mukmin.

Ini memang tak boleh tinggal. Doa itu SENJATA. masa sedih kita doa minta kekuatan, masa happy kita doa jd hamba bersyukur. Allah kan dah firman...

"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku, akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina".(Al-Mumin ayat 60). Doa buat hati jadi kuat. ibarat Diari kita nak luah dekat Allah.




3)Sahabat yang soleh

Kenapa..? bagaimana sahabat kita, macam tu lah kita. Ibarat minyak wangi, kalau seorang memakainya semua desekelilingnya akan merasa tempias wangian itu sekali. sahabat cermin kita. Akhlak kita dipengaruhi oleh akhlak sahabat kita. Tidak perlulah sahabat sebaik or setabah wonderpet mahupun yg hebat berpoket besar macam doremon. ckuplah dia mnunjukkan akhlak yg baik dan mebimbing kita kejalan Allah.Jika kita ingin berhijrah, Allah akan mengirimkan hamba2 nya yang soleh untuk menemani kita dalam penghijrahan itu. mungkin ada juga kalangan kita yg tiada mampu bertemu sahabat soleh, jangan sedih sahabat. Allah itu kan sahabatmu?? :)

4)Tidak berkira2 atas setiap ajakan ke majlis ilmu.

Memang kita pun ada limit masa dan selalu sibuk. Student kena study, pekerja mmg kerja, tapi jika sekadar ingin mencari masa rehat apa salahnya kita berkorban masa itu untuk mengisi jiwa. Orang yang dlm semangat untuk berhijrah selalunya sentiasa teruja untuk setiap peluang. Excited nak mencari2 majlis ilmu dlm masa2 terdekatAbang senior kbm saya pernah kata Kalau Taman2 Syurga di dunia pun kita xsudi pergi,(majlis ilmu) kenapa berangan2 untuk pergi ke Taman2 Syurga di akhirat nanti? Muhasabah.Kerana pada masa itu perasaan kehausan ilmu itu membuak2 mengalahkan badai ombak rindu eron ajis. Masa nie lah untuk bagi kaw2 lagi suasana, cari suntikan semangat, cari ilmu n info semasa. Ini masa terbaik! So bila orang ajak dia akan terus Tanya bila? Dimana? Fees? Baru cek2 free x masa tu. Bukannya *umm, tengoklah dulu..’’ n diteruskan dengan alasan2 lain yang beraneka bentuk dan jenis biskut raya. Mgkin factor segan, x biasa, x berani, dan sebagainya. Tapi apa yang pasti, keterujaan thadap sesuatu benda mengatasi segala faktor yg boleh menghalang. 



5) Cari suasana tarbiyah dalam apa jua cara!

Ada yang pernah mengadu dan meluahkan rasa hati.. “ana tidak punya sahabat soleh untuk bantu ana..ana hanya bergantung kepada internet, facebook.’’ Respon saya.. Ouh. Itu sebenarnya cukup bagus sahabat! Itu cara Allah mendidik kita tanpa kita sedar. Itu suasana yang Allah nak bagi. Mungkin Allah sengaja nak bagi kita tercari2 menyelusup ke lubang2 cacing sekalipun, menggali2 sampai keletihan. Kerana Allah nak bg kita rasa betapa manisnya beroleh ilmu, betapa manisnya rasa berjuang mencari tarbiyah dan dianggap asing. Kan Rasul kita pernah kata ‘’Islam datang dalam keadaan asing, dan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah org2 yang asing’’. Cari2 suasana dalam apa jua cara. Kalo dulu suka dengar korea apa kata tukaq dengar lagu nasyid mencari2 semangat dan pengajaran dalam tu. Cari suasana. Kalo dulu facebook asyik ckp pasal nak makan kat kfc, dan update hari nie aku saket, bubuh gambar muka pilih yg paling nmpak fotogenik ngan caption 'no edit',buka laman lain tengok 9gag je memanjang cr ilham nk troll org apakata pergi fanpage dakwah. Sana banyak je tarbiyah santai. Subscribe banyak2, so home anda xlah penuh ngan benda2 peliks.

6) Banyakkan bacaan2 ilmiah

Yang nie penting. Kenapa..? sbb awal Rasulullah s.a.w terima wahyu, Jibrail kata ‘’bacalah..’’ tengok, diawal penerimaan Islam pun nabi dh kena suh mmbaca. Takkan kita nie umat takmaksum tak nak baca pulak? Rajin2 kan lah tangan beli buku Tarbiyah. Kalo nak save duit pun leh jenguk2 belog orang. Dunia hujung jari Allah bagi kemudahan..,tinggal nak guna cara betul atau tidak. Awal kunci ilmu adalah baca..kalau ye pun tengah semangat nak beribadah kena cek jugak. Amal yang tiada ilmu adalah kosong. So dr ilmu kita leh tahu hikmah sesuatu ibadah. Kenapa perlu tarbiyah? Kenapa perlu itu, kenapa perlu ini? Cari jawapannya dlm pembacaan ilmiah




7) Tidak bertangguh

raaaaaamai spesies manusia di bumi terlepas pandang. Bila malamnya dh menangis2 nak taubat dan berubah, esoknya hidup dlm cara yang sama jugak. Kenapa? Sebab BERTANGGUH. Tiada kejayaan bagi yang bertangguh. Kalo nak berubah azam kena kuat, azam yang kuat takkan bertangguh. Hari nie taubat nak tutup aurat, esoknya patutnya dh start cari tudung nak test2 pakai. Baru berubah perlahan2 lengkapkan yang lain. Ingat, syaitan x pernah bertangguh untuk hasut kita berkali2 untuk lupakan niat kita.syaitan x pernah berehat dari menyesatkan hati manusia. Lepas diri anda dh suci menangis airmata taubat, jangan bagi syaitan masuk line n buat macam tempat nie bapak dia punye. Ayuh lawan, hati kena kuat! go2!
Silapnya kita bila kita fikir masa kita masih muda, umur kita masih mentah, Confident Allah bg kita hidup sampai tua..Lupakah kita..? ALLAH TAK PERNAH BAGI STATEMENT: ORANG MUDA TAKKAN MATI.




\8) Belajar dan mengajar

Bila kita dah semangat nak cari tarbiyah n suasana berhijrah. Sudah tentu perasaan untuk berkongsi perasaan yang sama kepada org lain itu ada. Ini peluang untuk mula taaruf dengan dakwah. Bila sudah belajar, adalah kebiasaan untuk mengajarkannya semula kepada org yang memerlukan sentuhan jiwa.Ini masa untuk kumpul saham pahala ilmu yang leh bawa masuk kubur x putus2. Once kita dah mengajar sesuatu ilmu, kita automatic akan teringin mengamalkan apa yg disampaikan dr lisan kita sdri. Disini juga kita leh bertemu manisnya berdakwah itu. Berjinak2 dengan dakwah akan mendidik kita untuk terus semangat, semangat dan semangat! Oyeh!

9) Tidak terlalu berpegang ngan statement ‘’Aku taknak jadi jahil..macam kawan2 aku..’’

Okay, kalo benar pun kita nampak betapa teruknya cara hidup kawan kita nie, adalah begitu tidak nice sgt untuk mengatakan balik2 statement ‘’kawan aku jahat..aku nak jadi baik..’’ kenapa..? sebab penghijrahan kita bukannya untuk sesiapa melainkan dia, Hai sahabat. yakinkah kita once kita dh terhijrah syurga tu komfom 100% kita akan dpt..? Dia yang memegang hati2 kita lebih tahu siapa yg terus diberi hidayah dan tidak. So baik ke, buruk ke, hakim tu adalah Dia.Kita nie sebagai hamba berjuang, bukannya menghakimi. Menegaskan konsep ini berkali2 dalam hati anda, takut syaitan cucuk2 kita jadi ujub. Apa tu ujub? Merasa diri LEBIH baik dari org lain.Rasa itu boleh merosakkan amal2 kita, niat suci kita. Ingat, iman manusia nie naik turun.kadang2 atas, kadang2 bawah. Kerja kita adalah mendoakan diri sendiri dan sahabat2 kita.Kita x tahu esok, siapa sangka kwn kita tu lg better dr kita..?
10) ISTIQAMAH

Istiqamah itu sangat penting sahabat, ramai juga yang tersungkur bertarbiyah lama, akhirnya menjadi futur. Dah tidak lagu didalam suasana beragama, dh tidak lagi rindukan ilmu, dah tidak rindu lagi mengisi jiwa. Sebab tu pentingnya mncari suasana. Berusaha untuk terus berada di dalam suasana ilmu agama. Adapun yg sudah ada suasana tanpa mencari, tetapi mensia2kan suasana yg ada. Berubah itu memang payah, tetapi Istiqamah itu lagi payah. Tapi pernahkan kita dengar Mujahadah itu pahit, kerana syurga itu manis. Apaguna dapat syurga dengan senang lenang, kena ada ssuatu yg diusahakan untuk mndapat syurga itu.Bak kata org, mana ada benda free dtg bergolek bro :)


POSITIFKAN YANG NEGATIF

InsyaALLAH sama-sama kita amalkan dan mengingatkan antara satu sama lain. Mulakan hari inii!! Wassalam :)