Tuesday, 16 July 2013

My Dream



Assalamualaikum wahai sahabatku yang dirindui sekalian kerana ALLAH, sekian lama iman mendiamkan diri dalam penulisan, sebenarnya bukan mendiamkan diri tapi 'busy' dengan tugasan dan juga majlis-majlis bersama para Ulama' .   *sooory eh,biasala MAHASISWA*  haha poyo jea bunyi.. dan kali ini iman muncul disini untuk berkongsi lagi tentang DREAM. Haaaaaaa entry kali ni berbeza sebab penulisan iman dalam bahasa english tau, tapi bukan bermaksud iman ni hebat dalam english naaa... Moga bermanfaat.

When I was a child, my teachers and parents said to me, ‘people who have no dreams of the future will not go far’. That is because of those inspiring words from my parents and teachers, I am inspired to be an ulama. Actually, when I was a kid my dream is to be a pilot, and as the time goes by, my dreams change, and then I wanted to be a president, a soldier, a lawyer and other interesting dreams. But now I grew up, and now I know what I want to be. 
In our life, there are many important things that always been ignored. Sometimes, the non important things get more attention by human rather than an important things. Actually, the thing that I am mentioning about is DREAMS. What is dream? Do you have a dream? What do you want to achieve and how much time will you spend to make sure your dream becomes a reality.
Everyone have their own dream just like me. My dream is to be a very knowledgeable man as I want to separate the idea of ‘ahlus Sunnah  wal Jama’ah’ among the society and my dream to see Malaysia to be like the era of Prophet Muhammad s.a.w. This is the path that I choose as nowadays, Malaysia has been influence by the idea’s of Syiah and Wahabiy, and their ideology brought a very bad influence the Muslims. That’s why I want to be like Al Muhadith Al Musnid Dato’ Syeikh Muhammad Fuad Bin Kamaluddin al Maliki as Sanusi. To overcome the wrong ideology and bring back the beauty of Islam to the society. To ensure my dream becomes a reality, I should learn more about ‘Ahlul Sunnah’  . Dream is something that all of us need to have. It is our vision. Dream is what you want to do for your future. I believe that having a great dream, is a must to us.

I know it is not simple but I know I can achieve it. I feel like this is my destiny. This is why I came to this world.  I do not know when or how I am going to achieve this. But it will not be easy. I am studying in college right now. I will try my best to achieve my dream job in the future, and if I fail or I have problems with my studies, I will keep on dreaming to overcome the problem and keep believing I will have a good life in the future. Sir Kamil said that failure is the greatest teaching. I know in order to pursue my dream, I will face failures. This cannot be stopped. Even past scientists and professors face failures when they are trying to create a great formula that is remained to be used till today.
              Like I said before, it is very important to have a big dream. It is not wrong. Even if you don’t achieve it later, just make it as your vision. Dream can help you to prepare and face this challenging world. What am I going through now is just the start. I’ll find the keys. I am still trying to open the door. When I finally did, I will not hesitate.



Sunday, 16 June 2013

Belajarlah Dari makhluk ciptaaNya

Assalamualaikum dan Salam Rindu dari iman untuk antum! Alhamdulillah,syukur kerana dapat juga iman mengisi entry blog untuk kali ini setelah lama mendiamkan diri. Walaupun diam DIAM tapi tetap ADA cuma tidak dizahirkan jea. (^__,^) Iman suka untuk berkongsi dengan sahabat pembaca sekalian berkaitan dengan buku ni.. Kata-kata di dalam Syajarotun Ma’rifat – Pohon Kearifan
Oleh: Ibnu Atho’illah
Suntingan: Muhammad Nuh
Keluaran: Matapena 
                                                                      Halaman: 175 mukasurat

 Sungguh luar biasa. Yang tersurat memang disajikan dengan gaya bahasa sederhana, namun makna yang tersirat begitu dalam. Sesuai sebagai teman untuk merenung dalam rangka menemukan Tuhan sejati dan menggali kemampuan diri dalam mencapai kearifan jiwa. Terdiri dari dari 55 matan yang disyarahkan dengan setiap satunya diberi tajuk yang sungguh menarik.

Belajar Dari Cicak


Jika mengejar sesuatu yang sudah dijamin oleh ALLAH swt engkau lakukan dengan sungguh-sungguh, tetapi kewajibanmu engkau abaikan. Inilah bukti bahawa mata hatimu telah buta.
ALLAH Maha Kaya, Maha Memiliki segalanya. Dia tidak pernah lupa menjamin keperluan hidup dan rezeki makhluk-makhluk-Nya. Oleh itu tidak ada alasan untuk ragu sedikit pun terhadap urusan duniawi. Tidak ada alasan untuk turut sibuk memikirkan nasib di masa hadapan. Tidak pernah ada yang tahu, apa yang akan terjadi esok hari.
ALLAH swt secara jelas memberi jaminan rezeki dan penghidupan bagi semua makhluk. Namun dalam liku-liku perjalanan hidup, keyakinan itu kadang-kadang menurun. Seringkali manusia mengejar rezeki hingga lupa diri dan lupa terhadap Sang Pemberi Rezeki.
Sudah menjadi tabiat manusia, mengharapkan yang lebih baik, lalu sesuatu yang telah ada di tangannya dilepaskan. Padahal yang ditangannya itu secara hakikatnya adalah lebih baik daripada yang dikejarkannya. Lalu urusan ukhrawi dilupakan.
Seharusnya manusia dapat belajar dari cicak. Ia binatang yang lemah yang tidak mampu mengejar rezeki di hadapannya. Ia tidak dapat terbang, sedangkan calon makanannya dapat terbang. Tetapi sang cicak yakin, ALLAH telah menjamin rezekinya dengan cara-Nya yang tersendiri. Atas kehendak ALLAH, binatang yang dapat terbang itu justru mendekati mulutnya, dan ia tidak kelaparan. Betapa, ALLAH adalah Dzat Yang tidak pernah ingkar terhadap janji-Nya.

Semoga perkongsian ringkas ini mampu membuka pintu hati antum untuk dijadikan sebagai renungan dalam meniti jalan yang makin beronak dan berduri di alam ini.insyaALLAH. Segala kekurangan dan kelemahan itu tetap ada, mohon ampun dan maaf, hanya setakat ini mampu iman kongsikan..

Thursday, 16 May 2013

Let's Be The Number No.1

Assalamualaikum sahabat yang amat sangat dikasihi sekalian dan Salam ukhuwwah..

16 Mei 2013 Seperti kebiasaan HARI WARGA PENDIDIK akan disambut disemua sekolah sebagai penghargaan untuk guru yang telah menyambung perjuangan dakwah Rasulullah saw dalam menyampaikan ilmu-ilmu ALLAH. Dikempatan ini, saya AHMAD FAHMI BIN AZALEE ingin mengucapkan Selamat Hari Guru @ Murabbi kepada guru cemerlang dan kaunselor cemerlang saya iaitu kedua ibubapa saya En. Father dan Pn. Mother yang mendidik saya dengar sabar dalam pendidikan, keagamaan dan juga dalam bidang pidato sehingga dapat dan berjaya menjadi wakil Kelantan di usia 5tahun. Seterusnya kepada Ustaz,Ustazah,Cikgu,Sir and also teacher semasa di ;
                                                                                : Pasti Al-Mannar
                                                                                : SK Tengku Indera Petra
                                                                                : SMK Kota Bharu 

Jika hari ini seorang daie dimanefestasi
Jika hari ini dakwah ditransformasi
Jika hari ini daulah Islam makin dihampiri
Jika hari ini khilafah Islam tertegak kembali
Semuanya bermula dari seorang MURABBI..
Mulianya seorang Murobbi.. Mencipta nilai diri insani.. Mentarbiyah anak didik agar menjadi insan Rabbani..Selamat Hari Guru !! Maafkan Kami Ya Murobbi…

‘Born to fight’, ‘Born to win’, ‘ Born to be a leader..to be a Da’ie…to be a Murabbi..’ adalah ungkapan yang biasa kita dengar. Ungkapan yang selalu memotivasikan kita dalam apa jua tindakan yang kita lakukan.

Tahukan kita apa makna pada ungkapan tersebut ?. Ungkapan-ungkapan ini bermakna bahawa kita lahir untuk berjuang atau untuk menjadi pemenang di pentas dunia. Pemenang adalah “..yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal..” ( Az-Zumar:18)
Pemenang itu adalah ‘ be climber forever’. Menjadi pendaki sejati, berani melintasi batas kebiasaan. mendobrak kebekuan dan menzahir gagasan jadi kenyataan. Matang, tenang dan menang dengan berfikir positif, bertindak kreatif dan berkarya solutif.
Saudara ahli Badar sekalian,
Yakinlah yang paling kuat adalah yang menang. Api itu kuat, tetapi air mampu memadamkannya. Air itu kuat tetapi matahari mampu mengalahkannya. Matahari itu kuta tapi awan mampu menghalanginya. Awan itu kuat tetapi angin mampu memindahkannya. Angin itu kuat tetapi manusia mampu menahannya. Manusia itu kuat tetapi ketakutan mampu melemahkannya. Ketakutan itu kuat tetapi tidur mampu mengatasinya. Tidur itu kuat tetapi mati ternyata lebih kuat. Yang terkuat adalah kebaikan ,ia tidak akan hilang setelah mati.


Nah, para kader dan ahli dakwah adalah pemenang, kita adalah pemenang. Bak kata seorang Da’ie “…kadernya dahsyat full manfaat..”. Begitulah sosok tubuh Rasulullah, para sahabat, tabien.Ibnu Abbas r.a di dalam satu hari ada gerombolan ahli Quran datang menimba ilmu darinya, kemudian berlalu pula ahli tafsir, setelahnya pula, datang ahli Hadis menatang ilmu darinya. Sang Da’ie dan Murabbi dahsyat berjuta hikmah, full manfaat. Inilah yang kita perlu contohi dan teladani. Solih li nafsihi wa nafi’an lighairihi ( baik dirinya dan bermanfaat untuk manusia lain) bak kata para juru dakwah silam..Iman akan kongsikan 5tips ni untuk sahabat iman sekalian, tips ni pun iman dapat dari seorang murabbi.
Untuk menjadi pemenang ada 5 tangan SUKSES..
  1. Tantangan, gunung kan kudaki, lautan ku renangi, lurah ku turuni, training ku ikuti, praktikum ku jalani, tarbiyyah ku susuli untuk bangunkan potensi diri.
  2. Garis tangan. Doa orang tuaku, khususnya ibuku menjadi barakah melimpah. Tidak lupa doa para murabbi – murabbi kita di dalam wirid doa rabitahnya.
  3. Campurtangan : Kejayaan tidak datang bersendirian. Perlu team. Gunakan otak sendiri, pinjam otak orang lain, bina sinergi. Kerja cerdas ‘ mensahabatkan relasi adalah komitmen kami’. Kita adalah SUPERTEAM bukan superman..
  4. Usaha tangan : dikerjakan dengan ilmu,skill dan pengetahuan, bukan sehadar otat tapi juga otak dengan kerja sungguh-sungguh.
  5. Buah tangan : beri apresiasi pada sekecil apapun prestasi yang diraih. Rayakan kemenangan kecil untuk kemenangan besar.


Mari kita dendangkan lagu para pemenang..
Jangan kembali pulang..
Sebelum kita menang..
Walau mayat terkapar di medan juang..
Itulah mujahid berjuang..
Semoga kita jadi pemenang di dunia merangkul gelaran syuhada', menang di akhirat dengan menggapai SYURGA tertinggi buat para Daie Sejati. Jalannya satu untuk menjadi pemenang ( the way to win ) iaitu berdakwah..berdakwah..berdakwah …insyaALLAH

Tuesday, 14 May 2013

Taubat Meraih Kemenangan


Assalamualaikum wbt . Alhamdulillah syukur ke hadrat ILAHI , Selawat dan salam ke atas Junjungan Besar Nabi Muhammad S.A.W .  Doakan semoga ilmu yg kita pelajari akan kekal hinggal roh berpisah dari jasad, hingga ilmu itu menjadi darah daging sekaligus membawa manfaat kepada diri sendiri dan agama. Jazakumullahukhairan atas kesudian untuk melawati blog iman.. Semoga ALLAH merahmati kalian dunia dan akhirat . Kita ini remaja. Zaman inilah kita hendak mencuba segala benda. Berani berbuat apa sahaja meski tidak molek pada pandangan. Falsafah kita mudah , hidup hanya sekali. Apa pun orang cakap, itu belakang kira. Ginerasi siber macam kita mana masuk cara mereka . TETAPI !!! Sahabat... betul kita ini remaja, tapi apa kata kita duduk bersama , berkongsi rasa dan pengalaman , berkongsi jiwa dalam kembali kepada fitrah asal sebagai hamba ILAHI . Mana tahu sebenarnya niat dan harapan kita sama cuma masih tersembunyi di mana-mana . Mari kita keluar dari kegelapan dan mencari sinar cahaya untuk sama-sama menikmati syurga ILAHI ..Benar hidup hanya sekali , tetapi akhirat itu abadi . Sanggup berada d tempat yang kekal abadi penuh dengan azab ?..Benar hidup hanya sekali , yang sekali inilah perlu kita raih , mencari ilmu , mengumpul amal agar d akhirat yg kekal kita mampu berbahagia.


Manusia mudah lalai dan lupa. Itu fitrah manusia. Sebab itulah ada kalanya kita senang tergelincir sekali gus terperangkap dengan bisikan syaitan. Akibatnya kita terjerumus di lembah dosa seperti zina.
Namun, apabila tersedar diri telah tersalah langkah, apa salahnya kita cepat-cepat berpatah balik. Sama seperti kita memandu kenderaan di jalan raya. Jikalau enggan membuat 'u-turn' selepas tersedar sudah tersalah jalan, tentu semakin jauh kita tersasar dan bertambah banyak pula yang kita bakal rugikan.
Bagaimanapun, berpatah balik sahaja tidak cukup. Sebaliknya kita perlu bertaubat dan 'menyuci' diri. Menurut pensyarah di Jabatan Pengajian Al-Quran dan Sunnah, Kuliah Ilmu Wahyu dan Sains Kemanusiaan di Universiti Islam Antarabangsa Malaysia, Dr Nadzirah Mohd, hidayah datang dari Allah. Justeru, jikalau tiba-tiba rasa tersedar dan terdetik untuk berubah, maka bertaubatlah kerana Dia Maha Pengasih lagi Maha Pengampun.
Dalam surah An-Nur ayat 31 Allah ada berfirman: "Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang beriman, mudah-mudahan kamu mendapat kemenangan." Jelas Dr Nadzirah ayat tersebut cukup istimewa. Ini kerana selain Dia menyeru hamba-Nya supaya bertaubat, Allah turut meletakkan harapan di situ.
"Pada penghujung ayat itu ada diselitkan pengharapan – dengan harapan orang yang bertaubat itu akan beruntung dan berjaya iaitu berjaya melawan hawa nafsu dan mengatasi segala masalah. Tambah beruntung kalau taubat itu berpanjangan hingga ke akhirat. Dalam ayat tersebut, Allah bukan sahaja menyuarakan perintah-Nya supaya bertaubat, tetapi juga ada motivasi ke arah melakukan taubat," terang beliau.
Mengulas lanjut perihal taubat, Dr Nadzirah menjelaskan sifat taubat ada dinyatakan oleh Allah dalam kitab-Nya. Firman-Nya:
"Hai orang-orang yang beriman, taubatlah kamu kepada Allah dengan taubat nasuha." (At-Tahrim : 8).

Wednesday, 17 April 2013

Bangkitla Wahai Hamba


Assalamualaikum Sababatku Skalian..alhamdulillah syukur kepada ALLAH kerana memberi lagi ruang dan pluang untuk iman mengisi entry kali ini..Entry kali ini, iman suka untuk berkongsi dengan sahabat sekalian kerana bagi iman ini adalah BICARA SEMALAM iman.. Moga beroleh sedikit kesedaran,insyaALLAH. Untuk pengetahuan sahabat, alhamdulillah coretan ini telah diterbitkan dalam Majalah Remaja Islam dan juga Majalah Sekolahku.

Ketika kita sedang membaca tulisan ini, apakah dosa terakhir yang telah kita buat sebelum ini? Dalam masa sesaat, seminit, sejam, sehari, seminggu, sebulan dan seterusnya sebelum ini, apakah kita telah melaluinya tanpa sebarang dosa pun yang terpahit di hati? Hakikatnya, kita semua pasti telah melakukan dosa, daripada sekecil-kecilnya hinggalah sebesar-besarnya. Ya, setiap bani Adam itu pasti melakukan dosa, sebaik-baik orang berdosa ialah mereka yang bertaubat. Persoalannya, adakah kita tergolong di kalangan sebaik-baik orang yang berdosa?
Sehebat mana maksiat yang kita lakukan DULU , kita pasti membencinya tatkala kita kembali merenung dan bermuhasabah sendirian. Sepuas mana hati itu merasa dengan dosa yang kita lakukan, pasti ada tersudut perasaan benci, dan menyesal yang teramat sangat atas apa yang telah kita lakukan. Itulah fitrah yang telah ALLAH ciptakan dalam diri kita. Bukannya kita tidak merasa menyesal, tapi kita selalu menolak rasa penyesalan dan masih terus memenangkan kemaksiatan. Kita ingin bertaubat dengan sebenar-benarnya, namun perasaan ingin bertaubat itu tersisih di pinggiran hati.
Pun begitu, Allah memahami kita lebih daripada kita memahami diri sendiri. ALLAH itu terlalu besar pengampunannya buat hamba-hamba-Nya. Namun, kita selalu bongkak dan merasa bahawa dosa kita itu lebih besar daripada rahmat Allah dan tak mungkin terampun. Sombong, tidak mahu kembali kepada ALLAH. Lalu kita berputus asa daripada menagih keampunan dan Rahmat Allah kerana dibohongi perasaan sendiri, dipalingkan oleh syaitan, dikuasai oleh ego yang tidak selayaknya bagi kita. Kita mengeluh sendirian, "ah, aku terlalu berdosa, tak mungkin aku dapat kembali ke jalan yang lurus", seolah-olah kita itu lemah dan patut dikasihani, namun sebenarnya kita itu sombong dan angkuh terhadap ALLAH! Sedarkah kita?


Akukah itu..?
Yang tersungkur
Yang terjelopok
Yang terperosok
Kerna kejahilan diri

Dosa kelmarin menghantui diri
Sesak nafasku
Terasa saluran nafas sempit sekali
Terasa berat sebelah pundak
Malu rasa menghirup udara
Kerna udara ini DIA yang punya
Tapi apakan daya segala pancaindera
Bukan…
Bukan hanya pancaindera
Tapi segala-galanya milik Zat Yang Maha Besar
Aku malu pada diri
Aku malu pada DIA Yang Maha Agung
Aku abaikan amanah ini
Tidak dijaga
Tidak diguna sebaiknya
Ya ALLAH ….
Aku malu..
Aku malu padamu Ya Rabbi
Usah KAU palingkan wajahMU
Usah KAU murka padaku
Kasihanilah aku Tuhan Yang Maha Penyayang


Airmata jernih
Gugurlah dikau semahu-mahunya
Hingga membasahi pipi
Hingga berpijar pandangan
Berhamburanlah
Bersama kata-kata penyesalan
Berjanjilah dosa kelmarin takkan berulang
Mohon taubatNYA
Selagi nyawa belum sampai di kerongkong
Aku pohon taubatku diterima
Aku yakin bahawa DIA Maha Pengampun


Bila hari itu tiba
Biar pancaindera menjadi saksi kejahilanku
Biar segala pancaindera mengatakan aku berdosa
Biar…..
Tapi takkan sekali aku lupa pada selembar bulu mata
Saksi utama bahawa diriku telah bertaubat
Di atas belas dan rahmatNYA


ALHAMDULILLAH.............siapa sangka pengaturan ALLAH itu Maha Bijaksana. Itu Kisah Silamnya dan KINI dia bukan lagi dia yang dulu! Tapi perlu juga ingat bahawa berhijrah itu bukan dari sudut pakai KOPIAH atau NIQAB semata-mata akan tetapi penghijrahan dari hati yang diselaputi kepada pembersihan hati. Kepada yang memakai KOPIAH, anta jangan sekadar hanya ingin menutup kepala tapi tutup juga hati itu dari dikotori seumpama anta menjaga kopiah putih enta, begitu juga wanita jangan bangga bila berniqab atau berpurdah, kdangkala enti hanya mampu menutup anggota zahir tapi enti tidak mampu untuk menutup anggota batin dari dirosakkan dan tidak juga mampu menterjemahkan pakaian yang menutup rapi itu kepada penjaan HATI sebagaimana kamu menjaga. Harapan ana, KITA semua perlu faham konsep hijrah,insyaALLAH..Lindungi dan tutuplah hatimu sebagaimana kamu menutup wajahmu dengan niqab. TAHNIAH..................Ayuh!!!Bangkitla Kembali Dari Tersungkur!!!

Tuesday, 16 April 2013

Secarik Surat untuk Dia




Suatu hari aku pernah berharap
Jika saat itu tiba,
Aku ingin mentari di hatimu bersinar lebih cerah dari biasanya
Hingga tersimpul senyum di wajahmu untuk menyambut hari-harimu
Meski ini sangat menyedihkan,
Namun kuingin menebar kebahagiaan dalam jiwamu
Memberi kehangatan di tengah sepinya kesendirian
Seperti engkau yang selalu mengisi kekosongan pikiranku
Setelah ini..
Ku ingin tekadmu mengeras setegar karang
Anganmu semakin tinggi layaknya sang bintang
Dan selalu ceria secerah langit yang setia temani kita
Hari ini memang biru…
Sebiru hati kita, sebiru hari kita, dan langit di atas sana
Kenangan bersamamu amatlah indah…
Seindah langit malam penuh cahaya bintang
Ketika kita pernah menikmatinya bersama pada suatu malam
Dan seindah riak air danau di tengah keetenangannya
Yang selalu ku damba dan akan kurindukan
Percayalah selalu pada waktu…
Dan kepada Dia yang telah buatnya bergerak teratur
Dialah yang menjadikan suatu perpisahan,
Maka Dia pula yang akan pertemukan kita lagi
Ku ingin kau tahu…
Adalah hal terberat berpisah dengan orang-orang yang kusayang
Berpisah denganmu…
Ya, kini aku lemah
Tak berdaya karena kita…
Kita yang jiwanya terlanjur melekat
Dan semoga akan tersatukan seterusnya
Kini akan kucoba tegarkan hatiku, melangkah tuk gapai mimpi
Untuk kelak bertemu denganmu lagi, dik FA..

Wednesday, 3 April 2013

Sempatkah Aku?


Assalamualaikum Yaa Sahabat Yang Dirindui.... Alhamdulillah, Selawat dan Salam ke atas junjungan besar yang dirindui Nabi Muhammad SAW, ahli keluarga baginda, para sahabat dan seluruh umat Islam.  Syukur dengan pemberian Mu Ya ALLAH..Sesungguhnya terlalu banyak yang telah Engkau berikan kepadaku...dan terlalu sedikit pengabdianku terhadapMu.
KINI sudah tiba episod keremajaan iman untuk lalui ketajaman liku kehidupan ni. Iman bukan la seorang yang kaya raya, namun hidupku hanya biase-biase jer pun,tak kaya dan tak miskin. Walaupun begitu iman rasakan segala apa yang ALLAH berikan ni dah “cukup” untuk iman.. KINI usia bertambah,bila usia makin bertambah ia bererti kita makin dekat  MENUJU KEMATIAN. Bila sentuh tentang kematian ni kan,ramai yang akan bagi tindak balas macam ni; “alaaa jangn la cakap tentang mati” , “hurmmmmmmm sikit-sikit tentang mati” , “ermmm ok2,kita ta payah la cakap tantang mati lagi” dan “jangan la fikir lagi semua tu,lambat lagi” ...... Ayoyo apekehel lerr cakap macam ni,sememangnya kita perlu ingat KEMATIAN la bro...hehe...ops!! Let’s kita sambung tajuk asal kita yea.

Dalam iman mencoret warna warni kehidupan ni laa kan, kadangkala terfikir la jugak kemana arah yang akan iman bawak nanti,tambahan pulak iman ni lepasan SPM. Persoaloan ni la yang ada dalam fikiran kawan-kawan yang seangkatan dengan iman..Eh teringat pulak latar belakang Ustaz Haslin Bahrin, iman masih ingat beliau cerita dekat Haflah Ilmu baru-baru ni..“saya dulu sekolah SMK je pon,bila masuk je umor 19tahun...saya jumpa la dengan seorang jutawan dan beliau tanya saya ‘haslin nak tak kalau pi sambung balajar kat pakistan?’ ,saya pun jawab la nak...starts dari situ dia tanggung saya selama 5tahun saya belajar kt pakistan, 1 sen pun saya tak pakai duit mak ayah saya”  Bila iman dengar cerita Ustaz Haslin teringin jea nak dapat macam  Ustaz Haslin dapat. Ewah-ewah beruntungnya kalau dapat kan?hehe..  * *ehem2 tak de ke jutawan yang baca blog iman ni,haha**

Kadang-kadang tu iman ada jugak terrrrrrberangan sorang-sorang, andainya ada jutawan yang sanggup biayai iman ke pakistan atau mesir,mesti best kan! Untung mak dan ayah iman nanti...... Iman teringin sangat-sangat nak jadi orang yang kaya dengan ilmu ALLAH, bila iman kaya dengan ilmu ALLAH maka boleh iman berkongsi bersama-sama masyarakat macam Ustaz Haslin.

TAPI..........ada satu persoalan yang sukar dirungkai, sampai sekarang iman tak faham kenapa persepsi masyarakat sekarang seolah-olah memandang rendah kepada kami yang bersekolah hanya di SMK je, dan dalam benak fikiran mereka hanya pelajar yang bersekolah di SMA je boleh jadi Ustaz or Ustazah.....itu semua salah, salah sama sekali.. Acu Cuba Try tengok , pandang dan LIHAT;

>Ustaz Haslin Bahrin(SMK Pokok Sena,Kedah)

>Ustaz Azhar Idrus(Sekolah Menengah Darulaman Alor Setar, Kedah. (Tingkatan 1-2) ,
Sekolah Menengah Sultan Sulaiman, Kuala Terengganu (Tingkatan 3-6)

> Ustaz Rosli Che Soh(Imam Besar Masjid Kelantan) dari SMK Tumpat,Kelantan.

Dan ramai lagi insan yang dari sekolah SMK yang berjaya malah “tersohor” lebih daripada Ustaz dari sekolah SMA. Untuk makluman semua , iman bukanlah nak membangkitkan isu ini tapi iman nak bagi semangat dekat kawan-kawan iman yang nak jadi ustaz kat luar sana,tambah-tambah dekat “budak ni” ..hehe(gelak sopan) tapi ntah sempat atau tidak untuk rasai semua itu.

Bila bercakap tentang gelaran USTAZ ni, berdasarkan pengalaman bersama rakan-rakan yang memerlukan nasihat atau khidmat kaunseling, mereka sering jea panggil iman “ustaz”. Setahu iman la kan, orang yang layak dipanggil ustaz ni ialah orang yang banyak ilmu dalam bab-bab agama, jadi iman rasa iman tak layak untuk gelaran tu.Iman pernah berjumpa seorang insan ni dari Kedah yang juga memerlukan khidmat nasihat. Ini antara dialog ringkas iman dan dia yang berusia lewat 30-an tentang gelaran tu:

Dia: Assalamualaikum Ustaz,Ustaz  sibuk ka?kalau ta sibuk saya nak bercakap     
dengan ustaz sikit.

Iman: Wa’alaikumslam(senyum tak nampak gigi) ..masyaALLAH panggil fahmi jea yea,tak payah paggil ustaz la...saya bukan ustaz dan saya bukan la berilmu sebagaimana “ustaz”, lagipun saya ni bekas sekolah SMK jea bukan sekolah arab. Ermm tak tak,saya tak SIBUK...ada apa ya?

Dia: HEBAT.. Lauguni qupanya perangai orang kelantan yea(senyum)..ya ALLAH tak boleh macam tu ustaz, ustaz dan ustazah saya pesan kalau kita berjumpa dengan remaja kelantan yang wara’ kita kena memuliakan mereka dengan panggilan ustaz walaupun usia masih muda kerana ilmu itu tidak terletak pada angka usia dan bersekolah dimana pun semuanya sama,yang berbeza ialah ILMU.

Iman: .....*Diam 5saat*..... masyaALLAH saya ini biasa2 jea,ilmu tak banyak , sekadar untuk berkongsi boleh la.

Kami pun sambung perbualan kami,alhamdulillah..segalanya dipermudahkan
Tapi subbhanALLAH rupanya orang luar dari kelantan menilai orang kelantan macam tu.Terkesima iman dibuatnya.

Kesimpulannya semua manusia bisa memegang jawatan “ustaz” kerana untuk menjadi seorang ustaz itu bukan bergantung kepada SEKOLAH, akan tetapi ia adalah kehendak kita dan itu semua adalah REZEKI ALLAH ta’ala..


Tapiiiii untuk iman memegang jawatan ‘itu’ ntah SEMPAT KE TIDAK hanya ALLAH Yang Maha Mengetahui, dan kepada pihak yang memandang rendah tu, udah-udah laa yerrrr berfikiran macam gitu.

Terima kasih Ya Allah atas segala takdir yang telah Engkau tentukan untukku. Engkaulah Ya Maha Besar... peliharalah aku agar terus berpegang teguh pada tali Mu. Terimalah permohonan hamba Mu yang sedang bermusafir di bumi Mu ini Ya Al Mudzill.